Membaca Al Quran (FOTO: HO/IST VIA KONSULTASI SYARIAH)
Terasmuslim.com - Islam mengajarkan bahwa masa depan bukanlah perkara yang sepenuhnya tersembunyi, karena Allah ﷻ telah mengabarkan sebagian darinya melalui Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ. Di antara kabar tersebut adalah munculnya kejadian-kejadian luar biasa dan makhluk-makhluk yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Allah ﷻ berfirman: “(Dialah) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya” (QS. Al-Jinn: 26–27). Ayat ini menunjukkan bahwa berita tentang masa depan adalah wahyu, bukan hasil dugaan manusia.
Di antara makhluk-makhluk yang diberitakan akan muncul adalah Dajjal, makhluk paling besar fitnahnya sejak penciptaan Adam hingga hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada satu pun nabi melainkan telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal” (HR. Bukhari dan Muslim). Selain itu, Al-Qur’an juga menyebut Ya’juj dan Ma’juj, dua kaum perusak yang akan keluar di akhir zaman dan membuat kerusakan besar di bumi, sebagaimana firman Allah ﷻ dalam QS. Al-Kahfi: 94–99.
Tidak hanya makhluk aneh, tetapi juga akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Rasulullah ﷺ mengabarkan tentang terbitnya matahari dari barat, munculnya binatang melata (Dabbatul Ard), serta berbagai bencana besar sebagai tanda dekatnya hari kiamat. Allah ﷻ berfirman: “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan bagi mereka seekor binatang melata dari bumi yang akan berkata kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami” (QS. An-Naml: 82). Peristiwa-peristiwa ini adalah tanda kebesaran Allah sekaligus peringatan keras bagi manusia.
Semua berita tentang masa depan tersebut bukan untuk menakut-nakuti semata, melainkan agar manusia bersiap dengan iman dan amal shalih. Rasulullah ﷺ bersabda: “Bersegeralah beramal sebelum datangnya fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap” (HR. Muslim). Oleh karena itu, mengetahui kabar masa depan dalam Islam seharusnya menambah keimanan, mendorong taubat, dan menjadikan seorang muslim lebih waspada serta teguh di atas kebenaran hingga datangnya hari yang dijanjikan.