Ilustrasi penyakit batin
Terasmuslim.com - Ketika seseorang memiliki banyak pengikut, pengaruh, atau dikenal oleh banyak orang, tantangan terbesar bukan pada aktivitas yang dilakukan, tetapi pada menjaga keikhlasan hati. Allah mengingatkan bahwa amal tidak bernilai jika tidak dilakukan karena-Nya semata. Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5). Popularitas sering kali membuat seseorang tanpa sadar mengharapkan pujian dan penilaian manusia, sehingga niatnya tercampur dan hilang kemurniannya.
Rasulullah ﷺ memberi peringatan keras tentang bahaya riya, terutama bagi orang yang memiliki banyak pengikut atau dikenal luas. Beliau bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil?” Beliau menjawab, “Riya.”* (HR. Ahmad). Riya dapat muncul dalam bentuk ingin dipuji, tampil lebih baik agar terlihat saleh, atau bangga pada jumlah pengikut. Semua ini mengancam gugurnya amal yang seharusnya menjadi sumber pahala.
Keikhlasan akan lebih teruji ketika seorang tokoh, kreator, atau pemimpin mendapat banyak perhatian. Popularitas dapat memunculkan perasaan bangga diri atau merasa lebih dibandingkan orang lain. Itulah sebabnya ulama salaf selalu memperbanyak muhasabah. Mereka mengingatkan bahwa “Tidak ada yang selamat dari riya kecuali orang yang selalu memerangi riya.” Menjaga hati dari penyakit ujub, sombong, dan ingin disanjung menjadi kunci agar amal tetap murni.
Agar seseorang tetap ikhlas meski memiliki banyak pengikut, ia harus memperbanyak zikir, memperbaiki niat sebelum setiap perbuatan, serta menyadari bahwa semua keberhasilan berasal dari Allah semata. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim). Ketika hati tetap tunduk dan tidak bergantung pada pujian manusia, maka popularitas tidak akan menggoyahkan keikhlasan. Justru ia menjadi jalan dakwah yang diberkahi Allah.