• KEISLAMAN

Ini Tanda Kemuliaan Islam dan Panggilan Iman

Yahya Sukamdani | Sabtu, 08/11/2025
Ini Tanda Kemuliaan Islam dan Panggilan Iman Ilustrasi foto Adzan

Terasmuslim.com - Permulaan adzan sebagai panggilan shalat pertama kali terjadi pada masa Rasulullah ﷺ di Madinah. Sebelumnya, kaum Muslimin belum memiliki cara tertentu untuk mengumumkan waktu shalat. Sebagian sahabat mengusulkan penggunaan lonceng seperti Nasrani, sementara yang lain mengusulkan terompet seperti Yahudi. Namun, Rasulullah ﷺ tidak langsung menetapkannya. Hingga akhirnya, seorang sahabat bernama Abdullah bin Zaid bermimpi tentang seorang laki-laki yang mengajarkannya kalimat adzan. Mimpi itu kemudian disampaikan kepada Rasulullah ﷺ, dan beliau menyetujuinya seraya bersabda, “Sesungguhnya itu adalah mimpi yang benar.” (HR. Abu Dawud).

Rasulullah ﷺ lalu memerintahkan Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan adzan dengan kalimat yang diajarkan dalam mimpi tersebut. Bilal dipilih karena suaranya yang merdu dan kuat, sehingga mampu menggema di seluruh penjuru Madinah. Ketika Umar bin Khattab mendengar suara adzan itu, ia datang tergesa-gesa kepada Rasulullah ﷺ dan berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah, aku juga bermimpi seperti itu.” Maka sejak saat itu, adzan menjadi syiar resmi Islam yang menandai masuknya waktu shalat dan panggilan menuju ketaatan kepada Allah SWT.

Allah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa panggilan shalat adalah seruan menuju keberuntungan: “Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli” (QS. Al-Jumu’ah: 9). Ayat ini menunjukkan kemuliaan adzan sebagai panggilan suci yang mengingatkan manusia untuk meninggalkan urusan dunia dan menghadapkan diri kepada Sang Pencipta. Adzan bukan sekadar tanda waktu, tetapi simbol persatuan umat Islam di bawah satu kalimat tauhid.