• KEISLAMAN

Mengapa Shalat Sangat Penting dalam Islam?

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 05/10/2025
Mengapa Shalat Sangat Penting dalam Islam? Ilustrasi - shalat (foto:topmedia)

Jakarta, Terasmuslim.com - Shalat merupakan salah satu kewajiban utama bagi setiap Muslim, dan disebut sebagai tiang agama dalam ajaran Islam.

Ibadah ini bukan hanya rutinitas lima kali sehari, melainkan bentuk pengakuan, ketaatan, dan komunikasi langsung antara seorang hamba dengan Allah SWT. Tanpa shalat, kehidupan spiritual seorang Muslim akan terasa kosong dan kehilangan arah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Shalat adalah tiang agama. Barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama; dan barang siapa meninggalkannya, maka ia telah meruntuhkan agama."
(HR. Baihaqi)

Hadis ini menjelaskan bahwa shalat adalah fondasi dari seluruh ajaran Islam. Jika tiang itu roboh, maka bangunan keimanan pun runtuh. Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga simbol keislaman seseorang.

Shalat juga menjadi pembeda antara iman dan kufur, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat; siapa yang meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir."
(HR. At-Tirmidzi)

Berbeda dari ibadah lain, shalat memiliki kedudukan istimewa karena merupakan perintah yang langsung diterima Nabi Muhammad SAW saat Isra’ Mi’raj tanpa perantara malaikat Jibril. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam hubungan manusia dengan Allah.

Dalam shalat, seorang Muslim berkomunikasi langsung dengan Tuhannya — memuji, memohon ampun, dan menyerahkan seluruh keluh kesah.

Setiap gerakan dan bacaan dalam shalat memiliki makna spiritual yang mendalam: rukuk menggambarkan kerendahan hati, sujud melambangkan ketundukan total, dan salam menjadi tanda kedamaian bagi sesama.

Selain menjadi bentuk ibadah, shalat juga berfungsi sebagai pengingat dan pengendali moral. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-‘Ankabut: 45:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Qur’an, dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

Ayat ini menegaskan bahwa shalat bukan hanya ibadah formal, tetapi juga sarana pembinaan akhlak. Orang yang menjaga shalat dengan benar akan terbentuk menjadi pribadi yang jujur, sabar, dan berakhlak mulia.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, shalat menjadi tempat terbaik untuk menenangkan hati. Dalam setiap sujud, seorang hamba melepaskan beban dunia dan mendekat kepada Penciptanya. Rasulullah SAW bersabda:

"Jadikanlah shalat sebagai penyejuk mataku."
(HR. An-Nasa’i)

Banyak orang menemukan ketenangan batin setelah melaksanakan shalat, karena di dalamnya terkandung unsur meditasi spiritual, dzikir, dan rasa syukur yang mendalam.

Shalat juga merupakan wujud rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Dalam setiap rakaat, seorang Muslim mengulang kalimat “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” — sebagai pengingat bahwa semua rezeki dan kehidupan berasal dari-Nya.

Melalui shalat, manusia disadarkan bahwa tujuan hidup bukan semata mencari dunia, tetapi beribadah kepada Allah sebagaimana firman-Nya dalam QS. Adz-Dzariyat: 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.”

Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan spiritual yang menjaga keseimbangan antara jasmani dan rohani. Ia mengajarkan disiplin, ketulusan, dan keteguhan hati dalam menghadapi kehidupan.

Oleh karena itu, siapa pun yang menjaga shalatnya dengan khusyuk dan konsisten, sesungguhnya ia sedang menegakkan tiang agamanya dan menapaki jalan menuju ridha Allah SWT.