• KEISLAMAN

Apa Arti Telinga Kiri Berdenging Menurut Islam?

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 08/08/2025
Apa Arti Telinga Kiri Berdenging Menurut Islam? ilustrasi - telinga kiri yang berdenging (Foto: Ist)

Jakarta, Terasmuslim.com - Fenomena telinga berdenging atau dalam istilah medis dikenal sebagai tinnitus sering kali dikaitkan dengan berbagai makna dan kepercayaan dalam masyarakat.

Salah satu yang paling umum dipercaya adalah bahwa ketika telinga kiri berdenging, seseorang sedang membicarakan kita. Namun, bagaimana pandangan Islam terhadap hal ini?

Secara budaya, kepercayaan bahwa telinga berdenging menandakan adanya seseorang yang sedang menyebut nama kita—baik dalam kebaikan maupun keburukan—sudah mengakar lama di banyak masyarakat, termasuk di kalangan Muslim.

Biasanya, telinga kiri berdenging dianggap sebagai tanda bahwa seseorang sedang membicarakan kita dengan nada negatif, sementara telinga kanan diyakini sebagai tanda bahwa seseorang sedang memuji atau mendoakan.

Dalam Islam, tidak ditemukan dalil yang shahih—baik dari Al-Qur`an maupun hadis Rasulullah SAW yang secara langsung menjelaskan makna atau tafsir dari telinga berdenging. Oleh karena itu, kepercayaan tersebut lebih bersifat tradisi atau mitos, bukan ajaran agama yang memiliki landasan syar`i.

Ulama kontemporer menjelaskan bahwa Islam tidak menganjurkan umatnya untuk percaya pada tanda-tanda yang tidak memiliki dasar wahyu.

Hal-hal semacam ini termasuk dalam kategori tathayyur (percaya pada pertanda tertentu yang tidak memiliki dasar syariat), yang tidak dianjurkan bahkan bisa masuk dalam bentuk takhayul atau khurafat bila diyakini berlebihan.

Sebagai Muslim, kita dianjurkan untuk mengembalikan semua kejadian pada kehendak Allah SWT dan menyikapinya dengan akal sehat serta pengetahuan yang benar. Jika telinga berdenging terus-menerus atau mengganggu aktivitas, langkah yang lebih tepat adalah memeriksakannya ke dokter atau ahli kesehatan.

Meskipun tidak ada penjelasan syar`i tentang maknanya, tidak ada salahnya jika saat telinga berdenging kita berdoa atau berzikir. Bukan karena berdengingnya itu pertanda tertentu, tetapi karena zikir dan doa adalah bentuk terbaik dalam menghadapi segala kondisi.

"Hasbunallahu wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir."

(Artinya: Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.)