• KISAH

Kisah Maryam, Ibu Nabi Isa AS

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 07/02/2025
Kisah Maryam, Ibu Nabi Isa AS Ilustrasi (Foto: Sindonews)

Terasmuslim.com - Maryam binti Imran adalah salah satu wanita mulia yang kisahnya diabadikan dalam Al-Qur`an. Ia adalah ibu dari Nabi Isa AS dan dikenal karena kesalehan serta keteguhannya dalam menghadapi ujian hidup. Maryam menjadi satu-satunya wanita yang namanya disebut dalam Al-Qur`an, bahkan terdapat satu surah yang dinamai dengan namanya, yakni Surah Maryam.

Maryam lahir dari pasangan Imran dan Hannah, yang dikenal sebagai keluarga yang taat beribadah. Ibunya, Hannah, bernazar kepada Allah bahwa jika dikaruniai anak, ia akan menyerahkannya untuk mengabdi di Baitul Maqdis. Setelah Maryam lahir, nazar itu tetap ditepati meskipun awalnya diharapkan anak laki-laki yang lebih cocok untuk tugas tersebut.

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 35-37: "(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, `Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu anak yang ada dalam kandunganku sebagai hamba yang mengabdi (di Baitul Maqdis), maka terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.`" (QS. Ali Imran: 35)

Maryam adalah wanita yang menjaga kesucian dirinya. Suatu hari, malaikat Jibril datang kepadanya dalam rupa manusia dan menyampaikan kabar bahwa ia akan mengandung seorang anak laki-laki yang suci, meskipun ia belum pernah disentuh oleh laki-laki.

Allah berfirman dalam Surah Maryam ayat 19-21: "(Jibril) berkata, `Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.` Maryam berkata, `Bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!` Dia (Jibril) berkata, `Demikianlah. Tuhanmu berfirman, ‘Hal itu mudah bagi-Ku’`" (QS. Maryam: 19-21)

Dengan kehendak Allah, Maryam mengandung Nabi Isa AS tanpa adanya ayah. Ia pun menghadapi banyak ujian dan fitnah dari kaumnya yang menuduhnya berbuat zina. Namun, Allah memberinya ketenangan dan mukjizat luar biasa.

Ketika tiba waktunya melahirkan, Maryam merasa sangat lemah dan kesakitan. Ia beristirahat di bawah pohon kurma, dan Allah memberikan keajaiban dengan mengalirkan air dan menjatuhkan kurma segar untuknya agar mendapatkan energi.

Setelah melahirkan, Maryam membawa bayinya kepada kaumnya. Mereka langsung menuduhnya berbuat dosa, tetapi Maryam tetap diam dan menunjuk kepada bayi yang baru lahir. Dengan izin Allah, Nabi Isa AS yang masih bayi berbicara dan membela ibunya:

"Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi." (QS. Maryam: 30)

Mukjizat ini membuat banyak orang terdiam dan menyadari bahwa Maryam adalah wanita suci yang dipilih oleh Allah.