Sosok Nabi Muhammad SAW tak hanya menjadi panutan dalam ibadah dan keimanan, tetapi juga dalam akhlak dan perilaku keseharian.
Berikut ini tiga doa yang dapat diamalkan agar kita senantiasa memancarkan aura positif dalam kehidupan sehari-hari
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits qudsi, bahwa Allah berfirman: "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku."
Larangan keras mencela generasi terbaik Islam demi menjaga kemurnian iman dan kehormatan agama.
Mengulas alasan bijak mengapa jodoh belum tiba meski menikah adalah ibadah mulia dalam Islam.
Berbuat baik dengan ikhlas mengharap Allah, bukan pujian manusia yang fana dan sementara
Lisan yang tak terjaga sering menjadi penyebab fitnah, perpecahan, dan kerusakan di masyarakat.
Keteladanan Maryam binti Imran, wanita suci pilihan Allah yang dimuliakan dalam Al-Qur’an.
Manusia diperintahkan terus memperbaiki diri, Allah menjanjikan kebaikan bagi hamba yang bertakwa.
Husnuzan kepada Allah kunci ketenangan hati dan kekuatan iman
Melihat orang lain istiqamah dalam ibadah seharusnya menyentuh hati kita. Bukan untuk iri, tetapi menjadi dorongan agar kita tidak terus kalah oleh hawa nafsu.
Tak perlu harta atau tenaga besar. Islam mengajarkan bahwa sekadar menunjukkan jalan dan mengarahkan kepada kebaikan sudah bernilai pahala besar di sisi Allah.
Banyak amalan terlihat baik, namun bisa tertolak jika tidak mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Islam menegaskan bahwa kebaikan harus dibangun di atas dalil Al-Qur`an dan Sunnah, bukan sekadar niat atau tradisi.
Berikut lima waktu paling dianjurkan untuk berdoa di hari Jumat berdasarkan keterangan Al-Qur`an dan hadis.
Teman yang baik adalah mereka yang membantu menjaga agama, akhlak, dan arah hidup
Berikut sejumlah adab di masjid yang perlu diperhatikan setiap muslim
Hati yang terjaga adalah kunci utama terbukanya pintu-pintu kebaikan
Berikut lima cara memperbaiki hubungan silaturahmi yang renggang menurut ajaran Islam.
Sibuk mencari kesalahan orang lain hanya akan mengeraskan hati. Islam mengajarkan untuk melihat kebaikan, menutup aib, dan menjaga persaudaraan.
Ketika orientasi akhirat mulai ditinggalkan dalam keluarga, Islam memberi peringatan serius. Rumah tangga tidak hanya soal dunia, tetapi juga tanggung jawab iman.