
Ilustrasi ulama menyampaikan dakwah
Terasmuslim.com - Dakwah secara sembunyi-sembunyi atau Sirriyyah merupakan fase krusial dalam menyebarkan risalah tauhid di tengah jahiliah Makkah.
Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan para pemeluk Islam pertama dari kekejaman kaum kafir Quraisy.
Sesuai perintah Allah SWT dalam Surah Al-Muddatstsir ayat 1-2: "Wahai orang yang berkemul, bangunlah, lalu berilah peringatan!"
Rasulullah SAW memfokuskan dakwah pada keluarga terdekat dan sahabat kepercayaan guna membangun basis iman yang kokoh.
Khadijah binti Khuwailid tercatat sebagai wanita pertama yang beriman dan memberikan dukungan penuh bagi perjuangan Nabi.
Disusul oleh Ali bin Abi Thalib dari kalangan anak-anak dan Abu Bakar Ash-Shiddiq dari kalangan sahabat dewasa.
Abu Bakar kemudian berperan besar mengajak tokoh-tokoh penting seperti Utsman bin Affan dan Zubair bin Awwam untuk memeluk Islam.
Para pemeluk awal ini dikenal dalam sejarah dengan sebutan Assabiqunal Awwalun.
Rumah Arqam bin Abil Arqam (Darul Arqam) dijadikan sebagai pusat pembinaan dan pertemuan rahasia umat Islam.
Rasulullah SAW bersabda, "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat," sebagai pemacu semangat dakwah para sahabat (HR. Bukhari).
Keamanan identitas menjadi prioritas utama demi menghindari benturan fisik yang belum mampu dihadapi secara kekuatan.
Meskipun dilakukan secara rahasia, ajaran Islam mulai meresap ke dalam sanubari masyarakat Makkah yang rindu akan keadilan.
Dakwah fase ini berlangsung selama kurang lebih tiga tahun sebelum akhirnya datang perintah untuk berdakwah secara terang-terangan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hijr ayat 94: "Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu."
Keberhasilan fase Sirriyyah membuktikan bahwa strategi dan kesabaran adalah kunci utama dalam kemenangan sebuah ideologi.
TAGS : Dakwah Sembunyi-sembunyi Sejarah Islam Darul Arqam.