• KEISLAMAN

Kiat Ampuh Menemukan Kembali Kelezatan Iman dalam Ibadah

Yahya Sukamdani | Selasa, 30/06/2026
Kiat Ampuh Menemukan Kembali Kelezatan Iman dalam Ibadah Ilustrasi foto sujud dalam shalat sunnah

Terasmuslim.com - Pernahkah Anda merasa bahwa shalat dan zikir yang dilakukan sehari-hari terasa hambar serta sekadar menjadi rutinitas tanpa rasa?

Kondisi hilangnya kekhusyukan dan ketenangan dalam beribadah ini sering kali disebut sebagai fenomena futur atau penurunan iman.

Banyak faktor yang memicu hilangnya rasa manis tersebut, mulai dari tumpukan dosa kecil hingga hati yang terlalu terpikat pada dunia.

Padahal, esensi dari sebuah ibadah adalah hadirnya ketenangan jiwa dan kedekatan yang intim antara seorang hamba dengan Sang Pencipta.

Allah SWT telah mengingatkan umat manusia dalam Al-Qur`an Surat Ar-Ra`d mengenai satu-satunya sumber ketenteraman hati yang hakiki:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah; ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra`d: 28).

Ketika hati mulai menjauh dari zikir yang bermakna, maka rasa hambar akan perlahan mengikis kelezatan dalam setiap sujud kita.

Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan bahwa iman dalam dada seseorang bisa usang dan meredup layaknya selembar pakaian tua.

Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW memberikan resep spiritual agar kita senantiasa memohon pembaruan iman langsung kepada pemilik hati.

Dalam sebuah hadist sahih, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk terus memupuk dan memperbarui kualitas iman secara konsisten:

"Sesungguhnya iman itu bisa usang di dalam tubuh salah seorang dari kalian sebagaimana usangnya pakaian, maka memohonlah kepada Allah untuk memperbarui iman di dalam hati kalian." (HR. Al-Hakim).

Langkah awal untuk mengembalikan rasa yang hilang tersebut adalah dengan melakukan tobat yang tulus serta membersihkan diri dari maksiat.

Membaca dan mentadaburi makna ayat-ayat Al-Qur`an secara perlahan juga terbukti ampuh menggetarkan kembali hati yang sempat membatu.

Selain itu, menghadirkan perasaan butuh serta pemahaman mendalam terhadap bacaan shalat akan membantu mengusir pikiran duniawi yang mengganggu.

Sikap konsisten dalam menjalankan ibadah sunnah, meskipun sedikit, secara bertahap akan mengembalikan kehangatan spiritual yang sempat sirna.

Jangan biarkan ibadah kita berjalan tanpa roh, karena setiap gerakan dalam menyembah-Nya seharusnya menjadi obat penyejuk bagi jiwa yang lelah.

Mari kita rekatkan kembali hubungan dengan Allah SWT hari ini, demi merengkuh kembali manisnya iman yang sempat hilang di telan kesibukan.