• KEISLAMAN

Alasan Makanan Walimah Disebut Sebagai Seburuk-Buruk Hidangan

Yahya Sukamdani | Selasa, 23/06/2026
Alasan Makanan Walimah Disebut Sebagai Seburuk-Buruk Hidangan Ilustrasi foto hidangan dalam walimah

Terasmuslim.com - Istilah makanan walimah sebagai seburuk-buruk makanan mungkin terdengar mengejutkan bagi sebagian besar umat Muslim saat ini.

Namun, ungkapan tersebut sejatinya bersumber dari lisan suci Rasulullah SAW yang sedang memberikan kritikan sosial yang sangat mendalam.

Pernyataan ini tidak merujuk pada zat atau rasa makanannya, melainkan pada ketidakadilan dalam pemilihan tamu undangan yang hadir.

Islam sangat mencela sebuah pesta pernikahan yang hanya dijadikan ajang pamer kemewahan dan status sosial di mata masyarakat.

Kritik tajam ini tertuang dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim mengenai potret walimah yang keliru.

"Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah (pesta pernikahan) yang hanya diundang orang-orang kaya saja, sedangkan orang-orang miskin ditinggalkan." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist tersebut menjadi teguran keras bagi siapa saja yang menyelenggarakan pesta namun menutup pintu bagi kaum duafa.

Ketika sebuah walimah hanya dihadiri oleh kaum berpunya, esensi sedekah dan berbagi kebahagiaan dalam Islam telah hilang.

Allah SWT senantiasa memerintahkan umat-Nya untuk selalu peduli dan berbagi rezeki kepada anak yatim serta orang-orang miskin.

Prinsip kepedulian sosial ini ditegaskan Allah dalam Al-Qur`an Surat Al-Insan ayat 8 mengenai ciri-ciri orang yang bertakwa.

"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan." (QS. Al-Insan: 8).

Oleh karena itu, memilah-milah tamu hanya berdasarkan kasta ekonomi akan mencabut keberkahan dari akad pernikahan yang suci tersebut.

Sebuah pernikahan yang berkah seharusnya dimulai dengan doa-doa tulus dari mereka yang hatinya bersih, termasuk kaum fakir miskin.

Menghidangkan makanan walimah kepada orang yang membutuhkan justru akan mendatangkan rida Allah dan meluaskan pintu rezeki keluarga baru.

Sebagai ikhtiar meraih keberkahan, sudah sepatutnya kita meruntuhkan dinding pembatas sosial dalam setiap hajatan yang kita gelar.

Dengan mengundang seluruh lapisan masyarakat tanpa tebang pilih, makanan walimah akan berubah menjadi hidangan mulia yang penuh berkah.