Ilustrasi foto puasa tidak shalat
Terasmuslim.com - Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Namun di balik keutamaan besar tersebut, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras tentang adanya orang yang justru merugi ketika Ramadhan datang dan berlalu tanpa mendapatkan ampunan dari Allah.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika beliau menaiki mimbar, malaikat Jibril berdoa: “Celakalah seseorang yang mendapati Ramadhan tetapi tidak diampuni dosanya.” Nabi SAW kemudian mengaminkan doa tersebut. Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mendapatkan ampunan, sehingga sangat merugi jika seseorang melewatkannya tanpa memperbaiki diri.
Kerugian tersebut biasanya dialami oleh orang-orang yang tidak memanfaatkan Ramadhan untuk meningkatkan ibadah. Mereka tetap tenggelam dalam kelalaian, meninggalkan shalat, malas membaca Al-Qur’an, serta tidak memperbanyak doa dan istighfar. Padahal bulan ini adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan membersihkan dosa-dosa masa lalu.
Selain itu, orang yang merugi di bulan Ramadhan adalah mereka yang berpuasa hanya sebatas menahan lapar dan dahaga tanpa menjaga lisannya dan perilakunya. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari bahwa siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan puasanya yang hanya menahan makan dan minum. Hal ini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar ritual, tetapi juga latihan menjaga akhlak.
Al-Qur’an juga menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah agar manusia menjadi orang yang bertakwa, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Ketakwaan itu tercermin dari kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak amal kebaikan, serta menjauhi dosa. Jika Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam diri, maka seseorang telah kehilangan kesempatan besar yang Allah berikan.
Karena itu, setiap muslim hendaknya menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sampai bulan yang penuh keberkahan ini berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan dalam hidup. Sebab orang yang benar-benar merugi adalah mereka yang bertemu Ramadhan, tetapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah.