• KEISLAMAN

Sedekah Membersihkan Jiwa dari Sifat Kikir, Bakhil, dan Tamak

Yahya Sukamdani | Sabtu, 08/11/2025
Sedekah Membersihkan Jiwa dari Sifat Kikir, Bakhil, dan Tamak Ilustrasi foto sedekah

Terasmuslim.com - Sedekah bukan hanya amal sosial, tetapi juga ibadah yang menyucikan hati dari sifat kikir dan tamak. Allah SWT berfirman, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103). Ayat ini menegaskan bahwa sedekah memiliki fungsi spiritual yang dalam—membersihkan jiwa dari cinta berlebihan terhadap harta dan menghidupkan rasa empati terhadap sesama. Orang yang terbiasa bersedekah akan merasakan ringan hati dan kebahagiaan batin karena harta yang dikeluarkan menjadi sumber kebaikan.

Sifat kikir dan bakhil adalah penyakit hati yang dapat memutus hubungan manusia dengan Allah dan sesamanya. Rasulullah ﷺ bersabda, “Jauhilah sifat kikir, karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kamu. Ia memerintahkan mereka untuk berbuat zalim, lalu mereka berbuat zalim; ia memerintahkan mereka untuk memutus silaturahmi, lalu mereka memutuskannya” (HR. Muslim). Dengan sedekah, seseorang belajar melepaskan keterikatan pada dunia dan menyadari bahwa harta hanyalah titipan. Inilah sebabnya mengapa Islam menekankan pentingnya memberi sebelum diminta.

Allah juga mengingatkan dalam QS. Al-Hasyr: 9 bahwa orang-orang beriman lebih mengutamakan saudaranya meskipun mereka sendiri membutuhkan: “Dan mereka mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.” Sikap inilah yang menjadi bukti kebersihan hati dari tamak dan kikir. Orang yang gemar bersedekah tidak akan takut kekurangan, karena ia yakin janji Allah bahwa harta yang dikeluarkan akan diganti dengan yang lebih baik.