Waspadai godaan setan yang halus, pahami dalil dan cara syariat menghindarinya dengan benar
Menghargai setiap Ramadhan karena umur terbatas, panduan Islam untuk menunaikan ibadah optimal.
Hari dikumpulkannya manusia, penuh kengerian dan penentuan nasib abadi.
Setiap manusia akan dibangkitkan di Padang Mahsyar dengan beban yang ia pikul sendiri. Dosa, amanah, dan amal perbuatan tak bisa dihindari maupun dipindahkan kepada orang lain.
Hidup bukan sekadar lahir, bekerja, lalu mati. Al-Qur`an menjelaskan dengan tegas mengapa manusia diciptakan dan ke mana arah kehidupan seharusnya berjalan.
Kisah Nabi Musa menampar Malaikat Maut adalah hadis shahih yang sering disalahpahami. Ulama menegaskan, peristiwa ini justru menunjukkan kemuliaan Nabi Musa dan kesempurnaan iman kepada takdir.
Setiap detik yang berlalu bukan menambah umur, melainkan mendekatkan kita pada kematian. Al-Qur’an dan hadits telah lama mengingatkan, namun mengapa manusia masih lalai?
Al-Qur`an mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah aib atau akhir dari perjalanan hidup.
Islam menilai hakikat manusia bukan saat senang, tetapi ketika diuji oleh kekurangan, sakit, harta, dan musibah.
Islam membolehkan ijtihad manusia, tetapi menganggap hukum buatan manusia lebih baik daripada hukum Allah adalah penyimpangan akidah yang sangat berbahaya.
Manusia bukan sekadar penghuni bumi, tetapi hamba Allah dan khalifah yang memikul amanah besar yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
Mengenal diri adalah jalan untuk mengenal Pencipta.
Zalim kepada sesama manusia bukan hanya menyakiti hati, tetapi juga mendatangkan murka Allah dan kegelapan di akhirat.
Dalam ajaran Islam berkaitan dengan hidayah, yakni petunjuk Allah SWT yang menuntun manusia menuju jalan kebenaran.
Dalam tradisi Islam tentang akhir zaman, munculnya Al-Masih ad-Dajjal (fitnah besar) menjadi salah satu ujian terbesar bagi umat manusia.
Tanda-tanda ini menjadi isyarat bahwa iman dan moral manusia mulai melemah, dan dunia perlahan kehilangan cahaya keikhlasan
Islam juga mengatur tata cara manusia berinteraksi atau bermuamalah dengan manusia lainnya, dengan akhlak dan adab yang mulia
Dalam Islam, Nabi Adam diyakini sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah dan menjadi nenek moyang seluruh umat manusia.