Islam masuk Nusantara lewat perdagangan, dakwah damai, dan keteladanan akhlak mulia.
Pulau Sumatra menjadi pintu awal masuknya Islam ke Nusantara.
Ajaran Islam yang masuk ke Indonesia tidak datang sebagai budaya baru yang memaksa, melainkan berbaur secara halus dengan tradisi Nusantara.
Organisasi Islam di Indonesia mulai lahir pada awal abad ke-20 sebagai respons terhadap perubahan sosial, kolonialisme, dan kebutuhan pembaruan pendidikan.
Penyebaran Islam di Indonesia tidak lepas dari peran para ulama, wali, dan tokoh kerajaan yang melakukan dakwah melalui perdagangan, pendidikan, dan pendekatan budaya.
Ajaran Islam diyakini masuk ke Indonesia sejak awal abad ke-7 M, dibawa para pedagang Arab dan Gujarat melalui jalur perdagangan maritim.
Tradisi keagamaan seperti tahlilan, shalawatan, syukuran, dan ruwatan di Indonesia merupakan hasil akulturasi antara ajaran Islam dan budaya Nusantara yang dilestarikan dengan nilai dakwah damai para ulama terdahulu.
Masjid Menara Kudus bukan sekadar tempat ibadah, melainkan sebuah mahakarya arsitektur dan dakwah yang mencerminkan akulturasi budaya Nusantara.
Kehadiran tafsir-tafsir ini membuktikan bahwa ulama Nusantara memiliki kontribusi besar dalam khazanah penafsiran Al-Qur`an dunia Islam
Bulan Syawal merupakan momen penuh suka cita bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan
Berikut beberapa tafsir Nusantara yang terkenal di Indonesia
Dengan keberanian dan kebijaksanaannya, Sunan Muria telah menorehkan sejarah emas dalam perjalanan Islam di Nusantara. Semangat dan dedikasinya akan selalu menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam di Indonesia.