
Ilustrasi wanita dengan kesederhanaan
Terasmuslim.com - Ummu Salamah RA merupakan salah satu figur Ummul Mukminin yang paling menonjol dalam sejarah peradaban Islam karena kecerdasan serta ketajaman pikirannya.
Kehadiran beliau bukan sekadar pendamping Rasulullah SAW, melainkan juga sosok penasihat bijak yang sering kali menjadi jalan keluar saat umat menghadapi krisis besar.
Salah satu peristiwa terpenting yang mencatat kebijaksanaan beliau adalah ketika terjadinya Perjanjian Hudaibiyah pada tahun 6 Hijriah.
Kala itu, para sahabat merasa sangat berat dan sedih untuk menerima isi perjanjian yang sekilas tampak merugikan pihak Muslimin.
Rasulullah SAW kemudian memerintahkan para sahabat untuk menyembelih hewan kurban dan mencukur rambut sebagai tanda tahallul, namun para sahabat terpaku diam karena duka yang mendalam.
Melihat kondisi yang krusial tersebut, Ummu Salamah RA memberikan saran yang sangat cerdas dan strategis kepada Rasulullah SAW tanpa merendahkan wibawa beliau.
Beliau menyarankan agar Rasulullah SAW keluar tanpa berkata-kata, lalu menyembelih kurban dan mencukur rambutnya terlebih dahulu di hadapan para sahabat.
Ketika para sahabat melihat Rasulullah SAW melakukan hal tersebut, mereka pun berbondong-bondong mengikuti tindakan beliau dengan penuh kepatuhan.
Kecerdasan kritis dan pemikiran mendalam Ummu Salamah RA ini membuktikan peran penting pemikiran perempuan dalam mengurai kebuntuan politik dan sosial umat.
Karakter cerdas dan penuh hikmah dari beliau ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 125:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)
Selain cerdas dalam mengambil keputusan, Ummu Salamah RA juga merupakan salah satu periwayat hadis wanita terbanyak yang menjaga kemurnian ajaran Islam.
Imam Ahmad meredaksi ratusan hadis dari jalur beliau, termasuk riwayat terkenal tentang doa peneguh hati yang senantiasa dibaca Rasulullah SAW:
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi & Ahmad)
Sikap tenang dan analitis beliau dalam menghadapi perselisihan pasca-wafatnya Rasulullah SAW menjadi teladan utama bagi para pemimpin Islam modern.
Umat Islam hari ini sangat membutuhkan literasi kepemimpinan berbasis fikrah dan kebijaksanaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Ummu Salamah RA.
Meneladani Ummu Salamah RA berarti menempatkan ilmu, hikmah, dan ketenangan sebagai fondasi utama dalam menyelesaikan setiap persoalan sosial umat.
TAGS : Ummu Salamah Tokoh Wanita Islam Teladan Wanita