KISAH

Kisah Ratu Saba: Pemimpin Perempuan Pemikir Kebenaran Sejati

Yahya Sukamdani| Sabtu, 17/10/2026
Kebijaksanaan Ratu Balqis menuntun kerajaannya menuju tauhid dan kebenaran. Ilustrasi - Nabi Sulaiman AS yang bisa berbicara dengan Hewan (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Kisah Ratu Saba atau Balqis dalam Al-Qur`an menjadi teladan kepemimpinan perempuan yang mengedepankan akal sehat dan kebijaksanaan.

Keberadaan kerajaan Negeri Saba yang makmur namun menyembah matahari diawali dari kabar burung Hud-hud kepada Nabi Sulaiman AS.

Hal ini sebagaimana diabadikan dalam Surah An-Naml ayat 23: "Sungguh, aku mendapati seorang wanita yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar."

Nabi Sulaiman AS kemudian mengirimkan surat dakwah yang santun namun tegas agar Ratu Saba dan kaumnya berserah diri kepada Allah SWT.

Isi surat mulia tersebut diceritakan dalam Surah An-Naml ayat 30: "Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya isinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Menanggapi surat tersebut, Ratu Saba menunjukkan sikap demokratis dengan bermusyawarah bersama para pembesar kerajaannya sebelum mengambil keputusan.

Sikap bijaknya terukir dalam Surah An-Naml ayat 32: "Dia (Balqis) berkata: Wahai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusanku ini."

Ratu Saba tidak tergesa-gesa memilih jalur peperangan, melainkan mencoba menguji kenabian Sulaiman AS melalui pengiriman hadiah berharga.

Kebijaksanaan Ratu Saba membuktikannya sebagai pemimpin pragmatis yang mengutamakan keselamatan rakyatnya di atas ego kekuasaan.

Nabi Sulaiman AS dengan tegas menolak hadiah tersebut karena kenikmatan dari Allah SWT jauh lebih baik dari kepemilikan duniawi.

Ketika Ratu Saba bertandang ke istana Nabi Sulaiman AS yang megah, ia menyadari kerajaannya tak sebanding dengan kekuasaan yang diratai kenabian.

Kekagumannya pada lantai kaca yang disangka air menjadi momen titik balik kesadaran spiritual Ratu Saba akan keagungan Sang Pencipta.

Pengakuan tulus dan keputusannya untuk bertobat diabadikan dalam Surah An-Naml ayat 44: "Ya Tuhanku, sungguh aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam."

Rasulullah SAW menekankan pentingnya sikap mencari kebenaran sebagaimana hadis riwayat Tirmidzi bahwa hikmah atau kebenaran adalah barang hilang milik orang mukmin yang wajib diambil di mana pun ditemukan.

Kisah kepemimpinan Ratu Saba memberikan edukasi penting bahwa keberanian mengakui kebenaran dan ketundukan pada tauhid adalah puncak kejayaan seorang pemimpin.

TAGS : Kisah Ratu Saba Ratu Balqis Kepemimpinan Perempuan

Terkini