
Ilustrasi kisah islami
Terasmuslim.com - Kisah tiga orang Bani Israil yang diuji dengan penyakit dan kekayaan merupakan cermin kehidupan yang amat berharga.
Tiga pria tersebut masing-masing menderita penyakit kulit kusta, kepala botak licin, serta satu orang lainnya mengalami kebutaan.
Allah SWT mengutus seorang malaikat yang menyamar sebagai manusia untuk menguji kadar keimanan dan rasa syukur mereka.
Malaikat tersebut menyembuhkan penyakit mereka atas izin Allah dan memberikan modal ternak yang sangat berlimpah.
Si penderita kusta dikaruniai unta yang berkembang biak, si botak diberi sapi, dan si buta diberikan kambing.
Beberapa tahun berlalu, ternak-ternak tersebut bertambah sangat banyak hingga memenuhi lembah-lembah di kawasan tempat tinggal mereka.
Malaikat itu kemudian kembali mendatangi mereka satu per satu dalam wujud manusia miskin yang membutuhkan bantuan pertolongan.
Si penderita kusta dan si botak yang telah kaya raya mendadak ingkar dan menolak memberikan bantuan sedikit pun.
Mereka berdua ingkar akan nikmat Allah dan dengan sombong mengaku bahwa harta tersebut adalah hasil usaha mereka sendiri.
Akibat kesombongan dan keingkarannya, Allah SWT mengembalikan kondisi mereka berdua menjadi miskin serta menderita penyakit seperti sediakala.
Berbeda halnya dengan si mantan penderita buta yang dengan tulus mengingat kebaikan Allah dan menyerahkan harta yang diminta.
Atas rasa syukur dan keikhlasannya, Allah SWT meridhai si mantan penderita buta serta memberkahi seluruh harta kekayaannya.
Kisah sarat edukasi dan hikmah ini diriwayatkan secara shahih dalam HR. Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah RA.
Peristiwa ini sejalan dengan firman Allah SWT tentang ancaman bagi orang yang kufur nikmat dalam Surah Ibrahim ayat 7.
Allah SWT berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, `Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sungguh, azab-Ku sangat berat`." (QS. Ibrahim: 7).
TAGS : kisah tiga orang kufur nikmat keutamaan bersyukur