KEISLAMAN

Saat Merasa Mustahil, Membuka Harapan Melalui Kuasa Allah SWT

Yahya Sukamdani| Rabu, 02/09/2026
Cara bangkit dari keputusasaan saat menghadapi ujian kehidupan yang berat. Ilustrasi orang berdoa (Foto: Istockphoto)

Terasmuslim.com - Rasa putus asa kerap menyapa ketika seseorang merasa segala usahanya telah menemui jalan buntu.

Logika manusia sering kali membatasi harapan ketika melihat situasi yang secara kasatmata tampak mustahil.

Dalam pandangan Islam, perasaan tidak mungkin hanyalah batasan akal manusia yang sangat terbatas.

Bagi Allah SWT, tidak ada satu pun hal di alam semesta ini yang berada di luar jangkauan kuasa-Nya.

Baca juga :

Allah SWT mengingatkan hamba-Nya untuk tidak berputus asa dari rahmat-Nya dalam Surah Az-Zumar ayat 53.

Kisah para nabi mengajarkan bahwa pertolongan Allah sering kali datang justru di titik terendah perjuangan.

Nabi Ibrahim AS tetap yakin akan pertolongan-Nya meskipun berada di tengah kobaran api yang membara.

Nabi Musa AS juga menyaksikan laut terbelah saat berada dalam kejaran pasukan Firaun yang mengepung.

Kunci utama untuk melintasi titik kemustahilan adalah ketakwaan dan keteguhan tawakal kepada sang Pencipta.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Talaq ayat 2–3 bahwa barang siapa bertakwa, Allah akan memberinya jalan keluar dan rezeki tak terduga.

Dalam hadis qudsi riwayat Bukhari, Allah SWT menegaskan bahwa Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.

Memperbanyak doa dan ikhtiar secara konsisten menjadi sarana menguatkan fondasi iman di saat kritis.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi bahwa tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa.

Ketika keyakinan bulat tertuju pada kuasa Allah, kedamaian jiwa akan menggantikan kekhawatiran yang melanda.

Semoga setiap kesulitan yang dihadapi menjadi pintu datangnya keajaiban pertolongan dari Allah SWT.

TAGS : rahmat Allah prasangka kepada Allah putus asa

Terkini