Meneladani Fatimah Az-Zahra, sosok ibu penyayang dan pendidik generasi mulia.
Menyelami ketulusan cinta Ali bin Abi Thalib dalam menghadapi perpisahan dengan putri tercinta Rasulullah.
Sayyidah Fatimah Az-Zahra merupakan putri bungsu Rasulullah SAW dan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid. Dalam sejarah Islam, nama Sayyidah Fatimah Az-Zahra berdiri di antara figur-figur agung yang tak tergantikan.
Pembahasan mengenai wanita yang tidak pernah haid lebih tepat diposisikan sebagai kajian ilmiah dan historis dalam Islam
Sosok Sayyidah Fatimah bukan hanya dikenang sebagai putri Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai simbol keteladanan bagi perempuan Islam
Khadijah dan Fatimah bukan hanya tokoh sejarah, tetapi teladan kemuliaan akhlak yang ditegaskan langsung oleh Al-Qur’an dan hadis.
Dalam perjalanan hidupnya, Rasulullah Muhammad SAW tidak hanya dikenal sebagai utusan Allah, pemimpin umat, dan pembawa rahmat bagi semesta alam, tetapi juga sebagai seorang kakek yang penuh kasih
Garis keturunan Nabi Muhammad SAW diteruskan lewat Fatimah karena tak ada putra yang hidup dan Nabi sendiri mengakui cucunya sebagai penerusnya.
Melihat apa yang telah dilakukannya ‘Umar pun berhenti dan menenangkan diri
Sayyidah Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW merupakan salah satu wanita mulia yang memiliki tempat istimewa dalam Islam
Sayyidah Fatimah Az-Zahra, putri tercinta Rasulullah Muhammad SAW, merupakan salah satu sosok paling mulia dalam sejarah Islam