Kaum Quraisy menolak dakwah Nabi Muhammad SAW bukan karena tak mengenal kebenaran, melainkan karena kesombongan, fanatisme tradisi, dan takut kehilangan kekuasaan.
Kekafiran dan kemusyrikan tidak terjadi begitu saja. Al-Qur`an dan hadits menjelaskan berbagai sebab yang dapat menjerumuskan manusia pada dosa terbesar yang tidak diampuni jika tanpa taubat.
Seorang mukmin beramal dengan hati yang takut kepada Allah, sementara orang kafir berbuat dosa namun merasa aman. Inilah perbedaan mendasar yang dijelaskan ulama tabi’in Hasan Al-Bashri rahimahullah berdasarkan Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ.
Kekayaan orang kafir hanyalah ujian dan penundaan azab, bukan tanda kemuliaan di sisi Allah.
Mengafirkan seseorang bukan hak manusia, melainkan wewenang Allah ﷻ.
Tidak menghadiri shalat Jumat tiga kali berturut-turut tanpa alasan syar’i termasuk dosa besar, tetapi tidak menjadikan seseorang kafir.
Islam menegaskan, kekayaan orang kafir hanyalah ujian, bukan tanda kemuliaan.
Sihir dalam Islam, dosa besar yang bisa menjerumuskan ke dalam kekafiran.
Tidak hanya menyembahnya, bahkan Sang raja melarang dan akan membunuh siapa saja termasuk hewan ternak yang minum dari air di dekat pohon yang disembah tersebut