Dalam sejarah panjang umat manusia, bendera selalu hadir sebagai representasi kekuasaan, penderitaan, maupun cita-cita. Hal yang sama terjadi dalam peradaban Islam, di mana simbol warna dan bentuk panji memiliki makna jauh lebih dalam daripada yang tampak di permukaan.
Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, perbincangan mengenai makna cinta tanah air kembali mencuat, terutama dalam konteks ajaran Islam. Tidak sedikit yang mempertanyakan bagaimana posisi bendera dan simbol negara dalam pandangan syariat.
Langit kota Qom diselimuti atmosfer religius yang kental ketika Masjid Jamkaran, salah satu situs paling sakral bagi kaum Syiah, mengibarkan bendera merah bertuliskan “Ya Litsaratil Husain,” yang berarti “Tuntut Balas Darah Al-Husain.”