Islam diajarkan bahwa Allah memiliki sifat-sifat kesempurnaan (sifat wajib), dan secara otomatis, mustahil memiliki sifat kebalikan dari sifat wajib.
Sifat-sifat ini mustahil ada pada Allah karena bertentangan dengan keesaan, kemahakuasaan, dan kesempurnaan-Nya sebagai Tuhan semesta alam.
Tahlilan dan selametan bukanlah ibadah yang wajib, tetapi juga tidak bisa serta-merta disebut sebagai bid‘ah sesat.