Teladan kesetiaan Asiyah binti Muzahim, wanita penghuni surga di istana Fir`aun.
Kisah inspiratif Asiyah memilih istana surga daripada kemewahan istana Fir’aun.
Kisah heroik Masyitah mempertahankan tauhid di tengah kekejaman Fir`aun yang zalim.
Kisah Asiyah binti Muzahim menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam.
Memaafkan adalah salah satu bentuk kasih sayang dan kebijaksanaan yang harus dimiliki setiap manusia.
Fir’aun dan seluruh pasukannya ditenggelamkan Allah Subhanahu wa ta`ala ke dalam lautan
Kezhaliman Fir’aun dan para pengikutnya telah memuncak. Saat itulah pertolongan Allah datang
Disodorkan kurma dan bara api dihadapan Musa kecil
Fir’aun dan rakyatnya enggan mengakui bahwa semua bencana bertubi-tubi itu adalah azab yang menimpa mereka
Allah SWT menimpakan bencana demi bencana kepada bangsa Mesir agar mereka sadar
Para penyihir menyadari bahwa kemampuan nabi yang berasal dari bani Israil ini merupakan mukjizat dari Allah ﷻ. Sehingga mereka pun bertobat dan beriman
Fir`aun dan para pembesar kaumnya bersepakat menantang nabi Musa `alaihissalam bertarung adu kesaktian
Fir`aun mengancam akan memenjarakan nabi yang berasal dari bani Israil ini jika beliau `alaihissalam masih menyembah Tuhan selain dirinya
Kemudian, Allah Subhanahu wa ta`ala mengilhamkan sang ibu untuk menghanyutkan putera tercintanya itu di sungai Nil
Fir`aun memerintahkan para petugas kerajaan untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir dari kalangan bani Israil