Lelucon sering kali dibumbui dengan cerita palsu, hiperbola, bahkan kebohongan demi membuat orang tertawa. Namun, dalam pandangan Islam, dusta tetaplah dusta, meski niatnya untuk hiburan
Tanpa disadari, ucapan dan keyakinan manusia bisa berubah menjadi dusta dan celaan kepada Allah, sebuah dosa besar yang merusak aqidah.
Islam menempatkan kejujuran sebagai ciri utama seorang mukmin, sementara dusta menjadi pintu kehancuran moral dan keimanan.
Islam menegaskan, dusta haram kecuali pada kondisi khusus yang dibolehkan untuk kebaikan.
Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wa Sallam adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi setelahnya.