
Ilustrasi foto membaca Alquran
Terasmuslim.com - Fenomena menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir media sosial kini menjadi kebiasaan yang sulit dihindari masyarakat.
Sering kali sepuluh menit terasa sangat berat untuk membaca Al-Qur`an, padahal dua jam berlalu cepat di layar gawai.
Islam mengajarkan bahwa setiap detik kehidupan manusia di dunia merupakan nikmat berharga yang kelak dituntut pertanggungjawabannya.
Allah SWT mengingatkan kerugian manusia yang melalaikan waktu dalam Surah Al-`Asr ayat 1-3, "Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran."
Setiap ayat Al-Qur`an yang dibaca menghadirkan keberkahan melimpah serta melipatgandakan pahala kebaikan bagi pembacanya.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh" (HR. Tirmidzi).
Sebaliknya, terlalu lama berselancar di dunia maya tanpa tujuan yang jelas dapat mengikis ketenangan jiwa seorang Muslim.
Al-Qur`an menegaskan bahwa ketenangan hati yang hakiki hanya dapat diraih melalui zikir dan interaksi dengan firman-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra`d ayat 28, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Mengalokasikan waktu untuk Al-Qur`an bukan sekadar ibadah ritual, melainkan penawar dari hiruk-pikuk kehidupan modern.
Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa luang sebelum datang masa sibuk dalam sebuah hadist riwayat Al-Hakim.
Keberkahan hidup seorang hamba sangat ditentukan oleh sejauh mana ia meletakkan Kalamullah di atas kesenangan duniawi.
Menatap layar ponsel untuk hal unfaedah hanya memberikan kenikmatan semu yang cepat sirna meninggalkan hampa.
Mulai membiasakan diri membaca Al-Qur`an meski sepuluh menit sehari adalah langkah awal menuju keistiqamahan.
Semoga Allah SWT senantiasa melembutkan hati kita agar lebih mencintai Al-Qur`an daripada gemerlap media sosial.
TAGS : keutamaan membaca alquran membuang waktu mengatur waktu