KEISLAMAN

Bahaya Menjadikan Jumlah Like Sebagai Ukuran Harga Diri

Yahya Sukamdani| Senin, 05/10/2026
Jangan menggantungkan kemuliaan diri pada jumlah penikmat di medsos. Ilustrasi viral di konten medsos

Terasmuslim.com - Banyak orang tanpa sadar mulai menggantungkan kebahagiaan dan kehormatan dirinya pada angka apresiasi di media sosial.

Ketika jumlah like dan interaksi digital dijadikan ukuran nilai diri, seseorang akan sangat mudah merasa cemas serta tidak berharga.

Islam menegaskan bahwa kemuliaan seorang manusia sama sekali tidak diukur dari ketenaran atau penilaian sesama makhluk.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu."

Baca juga :

Mengajar diri untuk mengejar pengakuan manusia hanya akan menjebak jiwa dalam kepalsuan yang tiada berujung.

Seseorang yang menggantungkan harga dirinya pada pandangan publik berisiko tinggi terjangkit penyakit riya dan sum`ah.

Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya, "Barangsiapa yang mencari ridha Allah dengan kemurkaan manusia, maka Allah akan mencukupkan bebannya dari manusia" (HR. Tirmidzi).

Sebaliknya, barangsiapa yang sibuk mencari ridha manusia dengan menomorduakan Allah, maka Allah akan menyerahkan urusannya kepada manusia.

Al-Qur`an mengingatkan bahwa standar kebenaran dan kemuliaan tidak diukur dari jumlah pengikut yang banyak sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-An`am ayat 116, "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah."

Ketenangan jiwa yang sejati hanya akan diperoleh saat seseorang merasa cukup dengan penilaian dari Allah SWT semata.

Sikap qana`ah atau merasa cukup atas apa yang diberikan Allah menjadi benteng ampuh dari haus pujian duniawi.

Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh beruntung orang yang telah berserah diri, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa cukup atas apa yang diberikan-Nya" (HR. Muslim).

Media sosial seharusnya sekadar menjadi sarana silaturahmi dan berbuat kebaikan, bukan cermin utama penentu harga diri.

Melepaskan diri dari ketergantungan terhadap tombol like adalah bentuk kemerdekaan batin bagi seorang Muslim.

Semoga Allah SWT senantiasa menetapkan hati kita untuk hanya mencari kemuliaan dan keridhaan di hadapan-Nya.

TAGS : ukuran kemuliaan pujian manusia adab bermedia sosial

Terkini