
Ilustrasi bahtera Nabi Nuh AS (Foto: Kompas)
Terasmuslim.com - Nabi Nuh AS adalah salah satu rasul Ulul Azmi yang dianugerahi ketabahan luar biasa dalam menjalankan misi dakwah.
Selama ratusan tahun, beliau menyeru kaumnya untuk menyembah Allah SWT dan meninggalkan penyembahan berhala.
Keteguhan beliau dalam berdakwah diabadikan secara eksplisit dalam Surah Nuh ayat 5: "Dia (Nuh) berkata, `Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang`."
Meski telah berdakwah siang dan malam, mayoritas kaumnya justru menutup telinga dan bersikap menyombongkan diri.
Al-Qur`an menggambarkan durasi dakwah beliau yang sangat panjang dalam Surah Al-`Ankabut ayat 14: "Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun."
Penolakan dari kaumnya tidak hanya berupa penyangkalan, tetapi juga penistaan dan ejekan yang tiada henti.
Meskipun menghadapi penolakan bertubi-tubi, Nabi Nuh AS tidak pernah menyerah dan terus menyampaikan risalah Tauhid dengan penuh kesabaran.
Rasulullah SAW memuji kesabaran para nabi pendahulu dan menjadikannya teladan utama dalam memikul beban dakwah.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: "Semoga Allah merahmati Musa, sungguh ia telah disakiti lebih dari ini namun ia tetap bersabar."
Ketika perintah Allah SWT datang, Nabi Nuh AS diperintahkan untuk membuat bahtera besar sebagai sarana penyelamatan bagi orang-orang beriman.
Pembuatan bahtera tersebut kembali menjadi bahan ejekan kaumnya yang tidak mempercayai janji dan ancaman Allah SWT.
Hingga akhirnya, azab berupa banjir dahsyat melanda dan menenggelamkan orang-orang yang zalim, termasuk putra beliau sendiri.
Kisah Nabi Nuh AS memberikan pelajaran berharga bahwa tugas seorang da`i adalah menyampaikan kebaikan, sedangkan hidayah sepenuhnya milik Allah SWT.
Pentingnya sikap sabar dalam berdakwah ditegaskan Allah SWT dalam Surah Hud ayat 49: "Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."
Gigihnya perjuangan Nabi Nuh AS menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan dakwah tidak diukur dari banyaknya pengikut, melainkan dari keikhlasan dan keteguhan hati.
TAGS : kisah Nabi Nuh Ulul Azmi sejarah Islam