
Ilustrasi foto sedekah jariyah
Terasmuslim.com - Al-Qur`an secara indah mengibaratkan keimanan dan perjuangan di jalan Allah sebagai sebuah bentuk perdagangan.
Perniagaan spiritual ini menawarkan keuntungan tertinggi yang tidak dapat ditandingi oleh materi duniawi mana pun.
Konsep perdagangan bernilai tinggi tersebut dijelaskan secara eksplisit oleh Allah Ta`ala dalam Surah As-Saff.
Allah Ta`ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?” (QS. As-Saff: 10).
Modal utama dalam perniagaan agung ini terletak pada keimanan yang kokoh kepada Allah dan Rasul-Nya.
Bentuk transaksi yang dituntut adalah kesediaan menginfakkan harta serta jiwa demi menegakkan syiar agama-Nya.
Allah Ta`ala melanjutkan firman-Nya dalam ayat berikutnya mengenai syarat pengerjaan perdagangan mulia ini.
Allah Ta`ala berfirman: “(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.” (QS. As-Saff: 11).
Keuntungan langsung yang diperoleh seorang hamba dari transaksi ini adalah ampunan penuh atas segala dosa-dosanya.
Selain ampunan, Allah menjanjikan balasan tempat tinggal berupa surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
Nabi Muhammad SAW senantiasa menekankan keutamaan pengorbanan harta di jalan Allah melalui pesan-pesan sabdanya.
Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi no. 2616).
Keterikatan hati pada perniagaan duniawi jangan sampai melalaikan seorang Muslim dari mengingat dan berbakti kepada Sang Pencipta.
Al-Qur`an memuji hamba-hamba yang perniagaan dunianya tidak pernah melupakan mereka dari mendirikan shalat dan menunaikan zakat.
Mengutamakan transaksi dengan Allah merupakan wujud kecerdasan hakiki seorang hamba dalam meraih kebahagiaan abadi di akhirat.
TAGS : Perniagaan dengan Allah keutamaan sedekah Konsep niaga