KEISLAMAN

Menyeimbangkan Cinta, Peran Suami Terhadap Istri dan Ibu

Yahya Sukamdani| Minggu, 27/09/2026
Peran krusial suami dalam menjaga keharmonisan antara istri dan ibu. Ilustrasi ibu dan istri

Terasmuslim.com - Membina rumah tangga sering kali menghadirkan tantangan besar ketika seorang suami harus menyeimbangkan kasih sayang antara wanita yang melahirkannya dan wanita yang mendampingi hidupnya.

Islam memberikan panduan yang sangat adil agar kedudukan ibu tetap dihormati tanpa mengurangi hak-hak istri yang harus dipenuhi.

Peran pertama yang sangat vital bagi seorang suami adalah menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana di tengah perbedaan pendapat antara istri dan ibunya.

Allah SWT menegaskan kedudukan pria sebagai pemimpin dalam rumah tangga melalui firman-Nya dalam Surah An-Nisa ayat 34: “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri).”

Baca juga :

Peran kedua adalah memastikan pengabdian dan kewajiban berbakti (birrul walidain) kepada ibu kandung tetap berjalan dengan penuh keikhlasan.

Penghormatan tertinggi kepada ibu ini selaras dengan pesan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim: “Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu.”

Peran ketiga adalah memberikan dan menjamin hak nafkah lahir maupun batin kepada istri secara sempurna tanpa ada penelantaran.

Kewajiban memberi nafkah ini secara tegas diperintahkan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 233: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para istri dengan cara ma`ruf.”

Peran keempat adalah menjadi penengah yang netral serta memisahkan wilayah privasi rumah tangga agar tidak memicu konflik berkepanjangan.

Kejelian suami dalam menempatkan batasan ini sangat penting, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan” (HR. Ibn Majah).

Peran kelima adalah mendidik dan menasihati kedua belah pihak dengan tutur kata yang lembut, santun, serta penuh empati.

Sikap lemah lembut ini merupakan manifestasi dari perintah Allah SWT dalam Surah At-Tahrim ayat 6: “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Peran keenam adalah menjaga rahasia serta martabat masing-masing pihak agar kekhilafan tidak menjadi konsumsi publik atau memicu fitnah.

Menjaga kehormatan keluarga ini sejalan dengan hadis Nabi SAW: “Barang siapa menutup aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Peran ketujuh adalah senantiasa memohon petunjuk dan kelapangan hati melalui doa agar Allah SWT melimpahkan keberkahan dalam rumah tangga.

Usaha ini disempurnakan dengan doa yang diajarkan dalam Surah Al-Furqan ayat 74: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati.”

TAGS : peran suami istri dan ibu suami adil

Terkini